4 Phases of Consumer Sentiment

Model yang memetakan 4 fase kecemasan konsumen selama krisis Covid-19 di Indonesia yang disusun berdasarkan 4 kategori yaitu trigering events, customer priority, behavior changes, dan purchase best seller.

Model ini mencoba menjabarkan mengenai kecemasan konsumen selama krisis Covid-19 di Indonesia yang dipetakan kedalam 4 tahapan. Dimana masing-masing tahapan akan dikategorikan berdasarkan triggering events, customer priority, behavior changes dan purchase best seller.

Tahapan pertama, “Anxious”, menggambarkan tahap awal konsumen mulai mengalami kecemasan. Hal ini ditandai dengan:

Pengumuman pemerintah terkait warga yang terinfeksi Covid-19.

Kesadaran konsumen terhadap kesehatan meningkat.

Menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta keluarga dan aktif mencari informasi tentang penularan.

Masker, hand sanitizer dan vitamin

Tahapan kedua, “Fear”, menggambarkan mengenai tingkat ketakutan konsumen yang semakin naik. Hal ini ditandai dengan:

Jumlah pasien yang terinfeksi dan meninggal terus bertambah dan adanya kewajiban menerapkan social-distancing.

Mulai beradaptasi dengan WFH dan mulai belajar mengelola emosi untuk mengurangi kepanikan.

Menimbun stock kebutuhan bahan pokok.

Beras, mie instan, frozen food, snack dan perlengkapan sanitasi.

Tahapan ketiga, “Panic”, tahapan ini merupakan tahapan puncak dari krisis Covid-19 dimana kepanikan konsumen meningkat tajam dan berada di puncaknya. Hal ini ditandai dengan:

Jumlah pasien terinfeksi dan meninggal meningkat secara eksponensial dan sudah memulai selfquarantined atau selflockdown.

Konsumen tak berani keluar rumah, frekuensi belanja online meningkat tajam, mulai terbiasa dgn WFH, serta konsumsi news dan home entertainment meningkat.

Menyelamatkan nyawa dengan mengkarantina diri di rumah.

Grocery (via online), food delivery, home entertainment, online game.

Tahapan terakhir “New Normal”, tahapan ini mencerminkan keadaan konsumen setelah krisis Covid-19 berakhir dan menuju terbentuknya New Normal. Hal ini ditandai dengan:

Krisis wabah telah berakhir, jumlah terinfeksi/meninggal mulai berkurang dan akhirnya tak ada lagi.

Berbelanja secara online, food delivery, WFH, home entertainment, telemedicine, akan menjadi hal yang normal. Serta kepedulian pada kesehatan dan higienitas juga menjadi new normal.

New normal

New normal