Search
Close this search box.

Indonesia Akan Menjadi Net Importir Kopi Dalam Negeri - Moelyono Soesilo

Moelyono Soesilo, seorang ahli kopi global, berbicara tentang lanskap industri kopi di Indonesia. Dia mencatat bahwa terdapat jurang pemisah antara sektor hilir dan hulu dalam industri kopi Indonesia. Di sektor hilir, terdapat industri besar yang memproduksi kopi secara massal, seperti Torabika, White Coffee Luwak, dan Kapal Api. Sementara itu, ada pula industri premium yang mendistribusikan kopi ke kedai-kedai kopi. Namun, di sektor hulu, sekitar 90% produksi kopi berasal dari perkebunan rakyat yang berjalan ala kadarnya.

Perkembangan industri kopi di Indonesia terutama terjadi di sektor hilir, dengan banyaknya kedai kopi dan restoran baru yang bermunculan setelah pandemi. Namun, masalah muncul di sektor hulu. Harga kopi mengalami penurunan drastis pada tahun 2020-2021, menyebabkan penderitaan bagi para petani. Masalah lain termasuk usia petani yang rata-rata sudah tua (50-60 tahun) dan produktivitas yang menurun, kesulitan dalam mendapatkan pupuk secara konsisten, serta kendala transportasi dan akses jalan yang buruk dari perkebunan ke area kota.

Semua masalah ini menyebabkan biaya produksi kopi di Indonesia menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Masalah terberat saat ini adalah ketidakpastian cuaca, di mana kondisi cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani. Sebagai contoh, dalam kondisi tahun dengan musim kemarau basah saja, panen kopi dapat mengalami penurunan yang signifikan.