Millennials: They are the anti-social generation

by InventureID

Nyatanya, generasi milenial lebih asyik dengan gadget atau akun di dunia maya dari pada berinteraksi sosial di dunianya. Generasi yang “dibesarkan” oleh Facebook dan apps ini sejak kecil sudah berkomunikasi dan berinteraksi melalui smartphone. Baik melalui texting maupun update status di media sosial. Melalui interaksi secara online itulah sikap dan perilaku mereka dibentuk.

Dengan bekal smartphone dan apps di tangan, memang benar milenial menjadi generasi yang paling mandiri, independen, dan produktif namun demikian semakin sedikit waktu mereka yang dialokasikan untuk berhubungan dan berinteraksi secara fisik dengan orang lain.

Kini sebagian besar aktivitas milenial tergantung pada apps mulai dari memesan pizza, mendengarkan musik dan menonton film, merencanakan liburan, berolahraga dan nge-gym, berkencan dan mencari jodoh (dating), hingga mengikuti seminar dan perkuliahan. Semua itu bisa dilakukan tanpa bercakap-cakap dan berhubungan face-to-face dengan orang lain.

Namun semua keunggulan itu bukannya tanpa biaya. Milenial yang begitu tergantung kepada teknologi dan waktunya habis untuk bergumul dengan layar smartphone menjadikan mereka kehilangan kemampuan dasar berinteraksi dan bersosialisasi (basic social skills) dengan orang lain.

Social skills yang sepele saja seperti: berjabatan tangan, sopan-santun kepada orang yang lebih tua, berbasa-basi saat memulai percakapan, hingga manner di tempat kerja.

Millennials are hyper-connected to the online world.

…but highly disconnected from the real life.

They are the anti-social generation.

You may also like

Leave a Comment