Search
Close this search box.

Personal Branding for UKM & Biz Owners

People BUY YOU FIRST! then Your Product.

Why Personal Branding Matter?

Mega Figure with Strong Personal Branding & Business

Raffi Ahmad menjadi sosok yang tidak bisa terlewatkan ketika membicarakan personal branding. Ia sudah berkarir selama 20 tahun di dunia hiburan Indonesia.

Hebatnya, Raffi Ahmad secara agile menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi selama berkarir. Inilah yang membuat dirinya tetap eksis bahkan semakin kuat personal branding-nya di mata publik. Kuncinya adalah Raffi Ahmad tidak hanya fokus menjadi pembawa acara dan penyanyi di media massa seperti televisi,

namun seiring dengan perkembangan media sosial, Ia turut menguatkan jejak karirnya di platform berbeda. Kesuksesan ini kemudian membawa Raffi membangun bisnis Rans Entertainment di berbagai bidang seperti musik, film,animasi, sepakbola, basket, e-sport, kecantikan, hingga kebun binatang (dalam rencana).

Youtube Rans Entertainment memiliki 24,5 juta subscribers, Instagram Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (@raffinagita1717) memilliki 65.7M followers, TikTok (@raffi_nagita) memiliki 11.1M followers.

Tidak hanya Raffi Ahmad, Nagita Slavina (istri), Rafathar (anak pertama), dan Rayyanza (anak terakhir) bahkan saat ini memiliki personal branding yang juga kuat. Mereka memiliki basis penggemar dan pengikut yang begitu besar.

PEOPLE TRUST PEOPLE MORE THAN INSTITUTION

Matrix Differences of Personal Branding & Business Branding

 

Brand Spiral Effect of Personal Branding & Business Branding

Personal brand dan bisnis brand memiliki hubungan resiprokal yang bisa saling menguntungkan maupun merugikan satu sama lain. Namun, dalam praktiknya, personal brand cenderung lebih memiliki pengaruh besar terhadap bisnis brand. Inilah mengapa penting bagi UKM & Biz Owner untuk membangun personal brand yang kuat.

Hubungan ini dapat dijelaskan dengan hubungan brand spiral antara personal brand dan bisnis brand. Berdasarkan model ini, personal brand yang kuat dapat mengaktifkan Brand Spiral yang bekerja untuk mempercepat pertumbuhan Business Brand melalui amplifikasi Personal Brand. Ini adalah win-win loop yang melihat evolusi yang konsisten dari kedua merek yang sejalan satu sama lain.

Personal brand dan bisnis brand memiliki hubungan resiprokal yang bisa saling menguntungkan maupun merugikan satu sama lain. Namun, dalam praktiknya, personal brand cenderung lebih memiliki pengaruh besar terhadap bisnis brand. Inilah mengapa penting bagi UKM & Biz Owner untuk membangun personal brand yang kuat.

Selain gerakan spiral ke atas, Brand Spiral dapat bekerja secara terbalik – dalam gerakan ke bawah. Gerakan brand spiral ke bawah artinya terjadi efek buruk dari personal brand yang berdampak kepada bisnis brand maupun sebaliknya. Ini seperti yang terjadi yang terjadi pada Dims The Meat Guy (Dimas) yang berkat personal branding yang kuat mampu membangun Meatguy Steakhouse. Namun, reputasi buruk Meatguy Steakhouse belum lama ini akibat testimoni buruk

konsumen juga membawa pengaruh buruk terhadap personal brand Dimas, kompetensinya menjadi dipertanyakan.

Why Personal Branding Personal Branding for UKM & Biz Owner?

Personal branding adalah proses strategis untuk menciptakan, memposisikan, dan memelihara kesan positif tentang diri sendiri. Proses ini didasarkan pada kombinasi unik dari karakteristik individu, seperti kompetensi, nilai, dan persona, yang mencerminkan karakteristik merek bisnis (identitas, proposisi nilai, dan posisi) atau sebaliknya. Tujuannya adalah untuk memberikan janji tertentu kepada audiens target yang sama melalui pesan yang berbeda yang dikomunikasikan melalui media yang terarah.

How To Build Personal Branding for UKM & Biz Owner?

Dalam membentuk dan menciptakan personal branding, kami merumuskan 3 komponen yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Aligning & Synergizing

Tahap ini adalah menyelaraskan dan mensinergikan 3 elemen Personal Brand dan Bisnis Brand. Kami menyusun 3 elemen personal branding tersebut ke dalam sebuah model

Personal Branding Model for UKM & Biz Owner

  • Aligning & Synergizing Target Market

Target Audience membantu menentukan pengikut dan pelanggan inti Anda dan memudahkan dalam menyusun strategi pemasaran.

  • Aligning & Synergizing Brand Concept

Untuk membentuk business branding, Anda harus bertanya tentang beberapa aspek mengenai bisnis brand Anda yang mencerminkan personal branding Anda maupun sebaliknya.

  • Aligning & Synergizing Content & Channel

untuk membentuk Personal dan Business Branding yang kuat, Anda harus secara konsisten membuat dan mempublikasikan konten personal dan bisnis Anda di berbagai media.

2. Role-Playing

Memainkan berbagai peran yang mendukung brand bisnis Anda.

Tahukah Anda kesalahan terbesar CEO, manager, dan biz owner UKM saat ini? Ialah mereka tidak mensinergikan PERSONAL branding dengan BUSINESS branding usahanya.

 Untuk membangun PERSONAL BRANDING yang dikaitkan dan disinergikan dengan BUSINESS BRANDING, setiap UKM/ Biz Owner sejatinya hanya harus memaikan peran berikut bagi bisnisnya seperti: Endorse, Thought-leader, Salesman, Advocator, Community Builder.

3. Canvasing Content & Channel

Merencanakan content guideline & channel personal branding yang mendukung bisnis.