fbpx

Place Marketing Model

Kerangka kerja konseptual yang bisa menjadi panduan bagi daerah, kota, dan negara dalam memasarkan daerah untuk menarik traders, tourists, investors (TTI).

Tak banyak daerah baik provinsi, kabupaten, atau kota yang melakukan pemasaran daerah (place marketing) secara asal-asalan. Model ini mencoba merumuskan strategi pemasaran daerah secara sistematis, konseptual, dan komprehensif.

Seperti terlihat pada bagan, model ini terdiri dari tiga elemen yang diwakili tiga bentuk yaitu: diagram “lingkaran” di lapisan paling luar; diagram “segiempat” di lapisan tengah; dan diagram “segitiga” di lapisan paling dalam. Diagram “lingkaran” menggambarkan target market; diagram “segiempat” menggambarkan value proposition; dan diagram “segitiga” menggambarkan jurus-jurus pemasaran yang kami jalankan.

Diagram “lingkaran” di lapisan terluar menunjukkan berbagai pihak yang menjadi target market pemasaran suatu daerah. Mereka adalah: orang yang ingin tinggal dan berkarya di suatu daerah (resident), para wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah (traveller), penanam modal (investor), para pengusaha yang ingin mengembangkan fasilitas produksi di daerah (manufacturer), pengekspor produk-produk daerah (exporter), dan para pemilik event (event organizer) yang ingin menyelenggarakannya di daerah.

 

Menetapkan target market adalah tahap pertama yang harus dilakukan oleh setiap pemerintah daerah. Dengan target market yang jelas maka aktivitas pemasaran daerah menjadi jelas arahnya. Sehingga strategi, program, dan alokasi sumber dayanya juga menjadi terarah.

Diagram “segiempat” di lapisan tengah menunjukkan value proposition yang ditawarkan daerah ke target market di atas. Value proposition itu ada lima yaitu: produk dan destinasi wisata baik alam, budaya, maupun buatan (tourism); tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, dan efektif (governance); SDM mumpuni (talent) baik dari sisi kompetensi (hard skill) maupun etos kerja (soft skill)-nya; tempat investasi berikut sarana, prasarana, dan iklim yang kondusif (investment); produk dan komoditas, khususnya pertanian, yang bisa diperdagangkan ke dalam dan keluar daerah (trade).  

Diagram “segitiga” di lapisan terdalam berisi tiga elemen strategi yang harus dijalankan oleh daerah. Tiga strategi tersebut adalah: Strategi Pemasaran (Marketing Strategy), Strategi Inovasi (Innovation Strategy) dan Strategi Kepemimpinan (Leadership Strategy).

 

Strategi Pemasaran dilakukan untuk memahami kebutuhan konsumen (tourist, trader, investor) dan memenuhi kebutuhan tersebut dengan competitive value yang unggul dan beda. Strategi Inovasi dilakukan untuk melakukan perubahan dan perbaikan value secara terus menerus. Sementara Strategi Kepemimpinan dilakukan untuk mengelola dan menyelaraskan orang-orang (seluruh stakeholders daerah) yang terlibat di dalam proses pemasaran daerah. 

Secured By miniOrange