Sahur Time Becoming Screen Time

by InventureID

Bagi kebanyakan orang menjalankan puasa di bulan ramadhan akan lebih menyenangkan jika bersama keluarga. Tetapi milenial punya caranya sendiri untuk tetap kumpul keluarga dan tetap terhubung dengan banyak orang.

Kemunculan generasi milenial mendisrupsi banyak produk, layanan maupun industri. Pemicunya yaitu karakteristik generasi milenial yang tech savvy. Hampir seluruh aspek kehidupan memperoleh intervensi digital yang berdampak langsung pada kualitas hubungan sosial individu. Salah satu yang kena imbasnya yaitu kebersamaan keluarga.

Momen Ramadhan umumnya adalah momen yang sakral. Generasi Baby Boomer dan Generasi X menganggap waktu berbuka dan sahur adalah waktunya kumpul keluarga.  Satu keluarga digambarkan kumpul dalam satu meja makan dan menyantap hidangan bersama. Kini, gambaran tersebut sedikit berbeda bagi milenial.

Di waktu berbuka, generasi milenial yang mayoritas adalah usia produktif yang sehari-harinya bekerja di kantor sehingga lebih memilih ngabuburit di luar. Sementara pada saat sahur, meskipun sedang berkumpul dengan keluarga milenial juga tidak lepas dari smartphone. Hal tersebut merubah perilaku yang biasanya kumpul bersama keluarga selalu face to face telah berubah menjadi face to screen.

Sembari melahap hidangan sahur, atensi lebih menjuru sosial media. Barangkali inilah paradox terhebat abad ini. “Paradox Smartphone”, ketika kebersamaan keluarga tergantikan oleh smartphone. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Sahur time becoming screen time.

You may also like

Leave a Comment