The 5 Digital Consumer Megashifts

Model yang memetakan 5 pergeseran perilaku konsumen akibat dari adanya akselerasi adopsi digital di era pandemi

Model ini mencoba memetakan perubahan perilaku konsumen di era pandemi terutana terkait dengan penggunaan, preferensi , dan gaya hidup digital. Menurut model ini terdapat 5 perubahan besar perilaku konsumen digital sebagai berikut.

Migration from Space to Screen

Pandemi telah mempercepat proses migrasi konsumen dari offline yaitu dimensi fisik (“space“) ke online yaitu dimensi digital (“screen“). Akibatnya makin banyak aktivitas konsumen yang kini dijalankan secara virtual melalui layar smartphone, laptop, atau tablet. Mulai dari bekerja, belajar, berobat, menikmati hiburan, hingga beribadah. Pandemi menjadi katalis terjadinya disrupsi digital.

Widening and Deepening of Digital Adoption

Pandemi mendorong adopsi dan konsumsi digital semakin “meluas” (“widening“) dan “mendalam” (“deepening“). Kami menyebutnya sebagai fenomena “digiwhere” atau “digital everywhere”. Widening artinya semakin luas aktivitas-aktivitas yang kita lakukan secara digital dari bekerja, belajar, hingga beibadah. Deepening artinya waktu dan pengeluaran yang kita lakukan secara digital semakin tinggi. Misalnya, sebelum terjadi pandemi kita berbelanja secara online sesekali saja (occasional), namun kini kita melakukannya secara reguler (habitual). Kalau sebelum pandemi kita hanya berbelanja untuk barang-barang non-esensial saja, namun kini kita juga mulai berbelanja untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari (daily needs, groceries).

The Fall of Physical Touchpoints

Pandemi COVID-19 menandai terbentuknya ekonomi baru yaitu low-touch dan less-crowd economy dimana persentuhan fisik harus diminimalisir dan kerumunan massa harus dihindari. Maka media digital menjadi “solusi sementara” sekaligus “solusi selamanya”. Dengan QR-code, maka konsumen dapat tetap melakukan transaksi dan pembayaran tanpa harus melakukan kontak fisik. Digital memungkinkan konsumen sesedikit mungkin melakukan kontak fisik dengan penyedia produk dan layanan.

Phygital Experience Is the Endgame

Pandemi COVID-19 telah mempercepat aktivitas penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Namun bukan berarti kita akan serta-merta bermigrasi digital secara penuh dan meninggalkan aktivitas fisik. Sebab, endgame dari revolusi digital yang kini massif terjadi bukanlah lonceng kematian bagi medium fisikal. Tapi terbentuknya equilibrium baru dimana fisikal-digital bahu-membahu untuk menghasilkan pengalaman terbaik dan ternyaman bagi konsumen. Apapun industrinya, ujung-ujungnya pengalaman phygital (physicaldigital) adalah yang dicari dan diinginkan oleh konsumen. Dengan kata lain, di era pandemi: omni-experience will be the king.

Privacy Is the New Urgency

Dengan meluas dan mendalamnya platform digital oleh masyarakat, maka privacy dan keamanan data pribadi menjadi kian penting. Seiring adanya fenomena “digital everywhere“, maka awareness terhadap privacy dan keamanan data pribadi pengguna pun meningkat tajam. Konsumen mulai sadar bahwa data pribadi mereka sangat rawan disalahgunakan oleh pemilik platform. Akibatnya, pandemi akan mendorong konsumen semakin peduli terhadap privasi dan keamanan data pribadi: “privacy is the new urgency“.