Kolaborasi dilakukan untuk memperluas pasar dan target audience. Ketika dua merek berkolaborasi maka masing-masing pasarnya disatukan sehingga kolamnya membesar Setiap merek tentu memiliki pasarnya masing-masing. Ketika dua merek berkolaborasi, maka masing-masing merek tersebut memiliki akses kepada pasar merek yang menjadi mitra kolaborasi. Kolaborasi akan me-leverage kekuatan masing-masing segmen dan pada gilirannya akan memperluas jangkauan pasar keduanya.
Melalui kolaborasi, brand juga bisa mensinergikan aset yang dimiliki masing-masing mitra yang berkolaborasi sehingga menghasilkan kekuatan gabungan yang jauh lebih besar. Rumusnya bukan sekedar: 1 + 1 = 2; tapi 1 + 1 > 2.
Ide dasar kolaborasi adalah menyatukan sumberdaya (resources) dan kemudian mensinergikannya sehingga tercipta hasil gabungan yang lebih powerful dibandingkan jika dikerjakan secara sendiri-sendiri.
Jadi brand yang berkolaborasi memiliki kekuatan unik masing-masing, lalu kekuatan unik itu dipadukan, saling mengisi dan saling melengkapi, sehingga secara bersama-sama keduanya bisa menciptakan value terbaik.
Kolaborasi yang impactful harus menyelaraskan identitas dari masing-masing merek sehingga tercipta chemistry yang serasi. Keselarasan adalah prasarat terpenting terciptanya Brand Collab Advantage. Keselarasan adalah prasarat kelestarian kolaborasi.
Ingat! di era sengitnya kompetisi seperti saat ini, langkah benar yang dilakukan oleh brand adalah menang melalui koopetisi bukan kompetisi. Nggak kolab, bakal kolaps!!