INDUSTRI PAKAIAN INDONESIA TERANCAM

Industri pakaian lokal sedang mengalami tantangan besar. Sebelumnya pakaian impor dari China sangat merajalela di tanah air. Kini pakaian impor dari Bangkok, sedang booming di kalangan anak muda. 

Bagai jatuh tertimpa tangga, industri fashion lokal mengalami keterpurukan. Mereka harus bersaing dari segi harga, kualitas dan tren.

Bahkan menariknya konsep berbelanja ala Bangkok sudah diadopsi di Pasar Tanah Abang dengan nama Little Bangkok. Di mana produk yang di jual tidak hanya produk lokal tetapi juga produk impor. 

Selain itu, penetrasi pakaian impor Bangkok juga sudah marak di toko online dari Shopee hingga Tokopedia.

Dengan membludaknya pakaian impor, lantas apa yang perlu dilakukan oleh industri fashion lokal?

#1 Inovasi Produk

Layaknya produk dari China maupun Bangkok yang terkenal trendy dan berkualitas, maka produk lokal pun didorong untuk bisa mengikuti tren dengan beragam variasi model dan warna.

#2 Pemasaran Kreatif

Salah satu daya tarik fashion Bangkok adalah konsep open store yang ramah pengunjung, jastiper ataupun konten kreator. Mereka bisa berbelanja sekaligus berjualan secara live dengan followers mereka. 

Konsep seperti ini diperlukan untuk meningkatkan brand awareness baik secara online maupun offline

#3 Kolaborasi

Untuk dapat bersaing dengan produk fashion impor, maka industri fashion lokal perlu memperkuat kolaborasi baik antar produsen, desainer, influencer hingga stakeholder, bersama-sama mempromosikan produk lokal.

Tags :

Share This :