KENAPA MCD MALIOBORO TUTUP?

McDonald’s Malioboro tutup setelah 30 tahun beroperasi. Terakhir, 2 minggu lalu saya mampir di McD Malioboro Mall, mmg sepi dan kian sepi.

Tragis!!! McD Malioboro seperti “tikus mati di lumbung padi”. Kenapa?

#1. WRONG TARGET MARKET

Malioboro telah bertransformasi menjadi kawasan wisata budaya dan pedestrian, yang cenderung menarik lebih banyak wisatawan.

Wisatawan mencari pengalaman khas Yogya seperti kuliner tradisional, bukan fastfood yang generik dan tersedia luas di kota asal mereka.

Berwisata ke Malioboro ke McD. Ahistoris!

#2. GLOBAL vs LOCAL

Tutupnya McD Malioboro adalah kisah tentang global vs lokal. GENERIC vs AUTHENTIC.

Malioboro dikenal dengan ragam kuliner lokal yang autentik, seperti gudeg, brongkos, mangut, angkringan, kuliner kaki lima. Pengunjung lebih memilih kuliner lokal authentic daripada makanan cepat saji global.

Di Maliobooro, kuliner lokal telah menjadi TUAN RUMAH di negeri sendiri. Kuliner global keok tak berkutik.

#3. INOVASI BRUTAL

Inovasi konsep kuliner (kafe, resto, kedai kopi, warung, dll.) Yogya adalah salah satu yang paling cepat dan agresif. Konsep-konsep kuliner terbaru silih berganti dan begitu cepat diadopsi di Yogya.

Sementara di sisi lain, McD Malioboro konsep dan pengalamannya praktis tak berubah 30 tahun lalu dan sekarang. Di tengah serbuan inovasi konsep dan pengalaman resto/kafe lokal, McD kian kehilangan cool factor-nya.

Ada faktor #boikotisrael kah?

Tags :

Share This :