Korean Wave atau Hallyu yang sebelumnya didominasi oleh K-pop dan K-drama kini mulai merambah produk konsumsi, terutama di sektor makanan dan minuman kemasan seperti mi instan, ramen, tteokbokki, serta minuman khas Korea.
Fenomena ini telah berlangsung sejak awal 2000-an dengan masuknya drama Korea ke Indonesia, tetapi kini semakin kuat dengan pengaruh budaya Korea di berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Korean Wave atau Hallyu yang sebelumnya didominasi oleh K-pop dan K-drama kini mulai merambah produk konsumsi, terutama di sektor makanan dan minuman kemasan seperti mi instan, ramen, tteokbokki, serta minuman khas Korea.
Fenomena ini telah berlangsung sejak awal 2000-an dengan masuknya drama Korea ke Indonesia, tetapi kini semakin kuat dengan pengaruh budaya Korea di berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Menurut survei Inventure (September 2024):
- 57% konsumen Indonesia lebih memilih produk Korea dibandingkan produk Barat.
- 42% Gen Z lebih tertarik membeli produk yang dipromosikan oleh idola K-pop dan K-drama.
Konsumen Indonesia percaya bahwa produk Korea memiliki citra berkualitas tinggi, inovatif, dan sesuai dengan tren gaya hidup modern. Selain itu, strategi pemasaran dengan brand ambassador K-pop terbukti efektif dalam menarik minat pembeli.
Banyak merek lokal juga mulai mengadopsi unsur Korea dalam kemasan dan branding mereka, seperti menggunakan tipografi Korea, menampilkan gambar idola K-pop, atau mencantumkan nama kota-kota terkenal di Korea sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Prediksi Tren:
Dengan semakin kuatnya pengaruh Korean Wave di Indonesia, produk berlabel Korea akan terus mendominasi pasar dan menjadi daya tarik utama bagi konsumen, terutama di kalangan anak muda.
