Tren sewa iPhone semakin marak, terutama selama liburan akhir tahun dan momen spesial lainnya.
Mengapa bisnis ini berkembang?
- iPhone sebagai Simbol Status Sosial
Di Indonesia, iPhone bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas sosial. Banyak orang, terutama Gen Z, ingin memiliki akses ke iPhone terbaru tanpa harus membelinya dengan harga penuh. - Lipstick Effect: Kemewahan dengan Biaya Terjangkau
Konsep lipstick effect menjelaskan bagaimana seseorang tetap ingin terlihat mewah dengan biaya yang lebih rendah. Dengan menyewa iPhone, mereka bisa tampil eksklusif tanpa harus mengeluarkan biaya besar. - Permintaan Tinggi, Marjin Keuntungan Besar
Selama musim liburan seperti Nataru, permintaan sewa iPhone melonjak. Harga sewa berkisar antara Rp 100.000 – Rp 400.000 per hari, hampir setara dengan sewa mobil di Bali.
Apakah bisnis ini berkelanjutan?
Meskipun saat ini sedang booming, masih perlu dilihat apakah tren ini bisa bertahan dalam jangka panjang. Jika ponsel flagship lainnya mulai menawarkan fitur premium dengan harga lebih kompetitif, daya tarik iPhone sebagai simbol status bisa melemah.
