Toko buku Periplus mengumumkan penutupan gerainya di Plaza Senayan pada 7 Januari 2025. Ini bukan tanda kebangkrutan, tetapi bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat.
Di era digital, toko buku fisik menghadapi tantangan berat. Namun, di beberapa negara, seperti AS, toko buku Barnes & Noble berhasil bangkit kembali dengan strategi inovatif.
Bagaimana toko buku bisa bertahan?
- Kurasi Lokal
Setiap toko harus bisa menyesuaikan koleksi buku dengan kebutuhan komunitas lokal, menghadirkan buku-buku yang lebih relevan. - Pengalaman Berbeda
Desain toko yang lebih nyaman dan berkonsep tematik dapat menarik pelanggan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di dalam toko. - Mengembangkan Komunitas
Mengadakan acara seperti diskusi buku, peluncuran buku, atau pertemuan komunitas dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. - Adaptasi ke Digital
Memanfaatkan tren seperti #BookTok dan mengintegrasikan pengalaman belanja online dengan toko fisik dapat membantu meningkatkan penjualan. - Efisiensi Operasional
Toko buku perlu meninjau kembali lokasi dengan biaya sewa tinggi dan fokus pada cabang yang lebih strategis.
Di Indonesia, di mana minat baca masih rendah, adaptasi toko buku harus lebih ekstrem agar tetap relevan di tengah persaingan digital.
