
“Vina Sebelum 7 Hari” menjadi film yang sedang disoroti oleh netizen se-Indonesia saat ini. Sejak penayangannya di minggu lalu, film Vina kini telah mencapai 3 JUTA+ PENONTON.
Film yang diproduseri Dee Company ini diangkat dari peristiwa nyata “Pembunuhan Vina Cirebon” yang terjadi pada 2016 silam.

Perdebatan soal etis atau tidaknya film ini pun mencuat. Sebagian berpendapat eksploitasi dari kasus Vina merupakan praktik tidak etis. Ada juga yang menganggap film ini merupakan bentuk pembelajaran dan berharap pelaku segera diadili.
Namun, di luar itu semua, hingga saat ini filmnya makin VIRAL dengan penonton tembus 3 juta dan terus bertambah.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi demikian?
+CONTAGIOUS STORY
STORY menjadi kunci utama di sini. Kasus Vina yang diangkat menjadi film memiliki STORY yang mencengangkan dan menyayat hati.
STORY yang dahsyat menghasilkan EMOSI dahsyat pula. Dan EMOSI itu MENULAR.
+CONNECTED EXPERIENCE
Di tahun 2016 seluruh netizen Indonesia serentak dibuat marah akan kebengisan pelaku dari kasus pembunuhan Vina. Sehingga ketika kasus Vina diangkat menjadi sebuah film, “koneksi emosional” terbentuk dan menghasilan VIRALITAS.
+THE POWER OF WORD OF MOUTH
Inilah Indonesia, makin kontroversial, semakin ramai. Makin sensitif, semakin diperbincangkan. Alhasil percakapan soal film Vina mendominasi di jagat maya dan membuat PENASARAN banyak netizen.
Jadi netizen, milih tetap menonton atau memboikot film ini?
