LEBIH NGERI DARI TIKTOKSHOP APLIKASI CHINA ANCAM UMKM INDONESIA

Aplikasi China Ancam UMKM Indonesia

Dengan mudahnya, kita sering temui banyak produk impor dari China yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. 

Tak bisa dipungkiri, canggihnya teknologi dan adanya internet telah menghubungkan tak hanya negara tapi dunia. Selain memudahkan dalam berinteraksi, juga dalam proses jual-beli.

Bagi para shoppers mungkin sudah tak asing lagi dengan platform yang telah menjadi NOMOR SATU di beberapa negara di luar China ini, Temu dan Shein. Berkat model bisnisnya Factory to Consumer (F2C) yang sederhana namun sangat efektif.

Dengan memotong perantara dan menghubungkan pembeli langsung dengan produsen di China, Temu dan Shein dapat menjual barang dengan harga yang sangat murah, bisa 70-90% lebih rendah daripada model tradisional B2C yang melibatkan perantara.

Temu dan Shein memiliki dukungan dari banyak pabrik di China, di mana pabrik memproduksi barang dalam skala besar dengan biaya rendah. Ini membuat mereka mampu menjual berbagai macam produk dengan harga yang sulit disaingi oleh retailer lokal di negara-negara lain.

Namun, ada beberapa masalah yang timbul dari dominasi platform-platform ini, terutama bagi pelaku usaha lokal. Barang-barang yang dijual dengan harga murah tersebut membuat usaha lokal sulit untuk bersaing, terutama karena mereka tidak memiliki akses yang sama ke skala ekonomi dan efisiensi yang dimiliki oleh Temu dan Shein.

Ancaman sebelumnya di Indonesia dengan kehadiran TikTok Shop yang memfasilitasi masuknya brand-brand luar juga menimbulkan tantangan serupa, dengan banyak produk yang masuk secara ilegal tanpa melalui proses yang seharusnya.

Bagaimana cara menghadapi ancaman ini?

Produk lokal harus terus berinovasi dan meningkatkan nilai tambah pada konsumen agar tetap bersaing

Perlu peran aktif pemerintah dalam mengatur regulasi yang adil. Negara berkembang memerlukan peluang untuk mengembangkan usaha lokal!

Tags :

Share This :