Ridwan Hanif dikabarkan mengambil formulir pendaftaran calon bupati lewat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Klaten, Jawa Tengah.
Ini semakin menguatkan dugaan bahwa Youtuber otomotif ini akan maju sebagai Bupati Klaten di Pilkada mendatang.
Sebelumnya ia bahkan pindah rumah dari Jakarta ke Klaten untuk memulai “hidup baru”.
Apa advantage dan disadvantage Ridwan untuk mengarungi Pilkada Klaten?
#1. Brand Awareness yang Kuat
Dari sudut pandang capital, ia punya social capital yang cukup. Namanya dikenal di jagat otomotif lewat kanal Youtubenya yang mempunyai 3 juta subscriber.
#2. Harapan Baru
Majunya Ridwan Hanif juga punya nilai plus lain. Ia bisa menjadi alternatif untuk melawan politik dinasti di Klaten yang terhitung sudah berlangsung 20 tahun.
Di lain pihak, Ridwan juga punya banyak PR untuk diselesaikan.
#3. Terlalu Niche
Namun modal brand awareness saja tidak cukup. Boleh dikatakan pasar Ridwan Hanif sangat “niche”. Untuk berlaga di hajatan politik, dia perlu lebih banyak merangkul berbagai kelompok dan kalangan.
Dalam politik ada tiga tahapan untuk menang yakni: popularity, likeability, electability. Untuk bisa menang Ridwan tidak hanya harus terkenal, namun dia juga harus disukai, dan mampu menggerakkan orang untuk memilihnya.
Popularitas tidak selalu bisa dikonversi jadi suara.
#4. Competence is Must
Dalam personal branding for politician kompetensi adalah atribut penting yang harus dimiliki pemimpin. Ia berisi seperangkat kemahiran dan skill set managerial untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat.
Di sini lah kompetensi Ridwan Hanif diuji. Ia tidak boleh hanya sekedar mengandalkan kompetensinya dalam dunia otomotif. Tetapi perlu membangun kompetensi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
