THE BACKGROUND

Program Kemandirian Pesantren disusun dengan tujuan mengembangkan pondok pesantren, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi juga sebagai percontohan pergerakan ekonomi. Hal itu diharapkan akan menopang kebutuhan operasional pondok pesantren itu sendiri, sekaligus membantu perekonomian lingkungan sekitarnya.

Pesantren sebenarnya sudah mandiri tapi masih perlu dimandirikan lagi karena beberapa hal. Pertama, pesantren sudah teruji sebagai pusat pendidikan yang bisa bertahan selama bertahun-tahun dan pesantren juga memiliki sumber daya manusia yang melimpah yang berpotensi menjadi SDM yang unggul. Kedua, pesantren dan masyarakat sekitarnya memiliki sumber daya ekonomi yang bila dikelola dengan baik bisa menjadi potensi ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, pesantren juga memiliki jejaring antar pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia

Pertama Menyusun struktur organisasi. Kedua, Menyusun tugas dan tanggung jawab. Pada tahan Menyusun struktur organisasi yaitu, diawali merumuskan visi, misi dan tujuan perusahaan, kedua, mengindentifikasi kebutuhan SDM, kompetensi dan tanggung jawab. Ketiga, mengelompokan SDM berdasarkan kompetensi. Keempat, menentukan leader untuk masing-masing divisi berdasarkan hasil penilaian yang terukur. Kelima, Menyusun nama anggota perusahaan kedalam struktur organisasi. Keenam, melakukan evaluasi rutin untuk mendapatkan struktur organisasi yang tepat.

Pada bab ini, dimulai dengan pemetaan ide bisnis, kemudian memilih ide bisnis setelah melalui penyaringan dan pemilihan yang sesuai, dilanjutkan dengan mendesain konsep produk. Konsep produk terdiri dari segmentation-targeting-position. 

Melakukan riset pasar diawali dengan pengumpulan data. Pengumpulan data terdiri dari secondary data dan primary data. Primary data juga dibagi menjadi dua yaitu quantitative dan qualitative. Selanjutnya mendefinisikan kebutuhan konsumen yaitu diawali dengan identifikasi target market, mulai dari demografi, psikografis dan perilaku. 

 

Menentukan harga jual dan menghitung breakevent point (BEP). Dasar menentukan harga jual yaitu Value= Fb + Eb dibagi price. Dimana price yaitu functional benefit + emotional benefit. Sementara cara menentukan harga pokok penjualan (HPP) yaitu, tahap 1: menghitung bahan baku yang digunakan. Tahapan 2, menghitung biaya produksi. Tahapan 3, menghitung harga pokok produksi. Kemudian tahapan 4 baru menghitung harga pokok penjualan (HPP).

Diperlukan untuk menjaga kualitas produk dan layanan. Dimana tahapan ini terdiri dari 3 jenis standarisasi yaitu, standarisasi proses (pengolahan bahan baku, proses produksi, dan pengemasan), standarisasi layanan (pelayanan toko, customer service, keluhan pelanggaran) dan standarisasi bentuk (spesifikasi bangunan, desain toko, perlengkapan operasional)

 

Suatu metode tentang bagaimana suatu bisnis bisa disampaikan dengan pesan yang sama pada seluruh media pemasaran. Tujuannya memengaruhi konsumen dengan elemen promosi yang di dalamnya mampu menyentuh tingkat kognisi, afeksi serta konasi. Dimana tahapan ini memiliki 5 jenis integrated marketing communication yaitu promosi iklan, promosi public relation/kehumasan, promosi sales promotion, promosi event & experience dan promosi direct selling.

Branding terdiri dari Brand Name, Logo dan Tagline. Pertama, brand name biasanya memiliki kriteria seperti mudah diingat (repitisi), kombinasi logo dan tagline, dan brand association. Kedua, logo biasa memiliki bentuk atau karakter unik dan bisa divisualisasi dalam format hologram, memiliki identitas warna yang terdiri dari 2-3 unsur warna, dan memiliki pilihan kata unik yang mengandung makna dan representasi produk. Ketiga, tagline adalah kata atau kalimat yang mudah diingat dan memperesentasikan identitas brand. Syarat tagline yang baik adalah mudah diingat, pendek, punya ciri khas, merefleksikan keunggulan, orisinil dan berani beda.