Coaching #2: Arnis Owner Sabuya

by InventureID
0 comment

EMPATHIC STORY
IS THE BEST BRANDING

BACKGROUND
Sabuya @sabuyaroom adalah produk pakaian/aksesoris yang mengusung tema ethnic fashion dengan perpaduan kain nusantara dan modern design. Didirikan Arnis tahun 2015, Sabuya mengombinasikan kecintaan pada kain tenun/lurik di Nusantara dan kepedulian kepada ibu-ibu pengrajin.

PROBLEM
Namun, di saat pandemi melanda, bisnis Sabuya yang 70% ekspor ini tiarap karena mandeknya permintaan. Di tengah pasar yang mulai pulih, Arnis bingung bagaimana memulainya kembali.

EXECUTABLE ACTIONS

1. Menajamkan BRAND STORY Subayu dengan mengusung konsep baru EMPATHIC BRANDING yg dikomunikasikan melalui kanal digital (website, socmed, marketplace). EMOTIONAL VALUE yang dikomunikasikan adalah kecintaan tenun/lurik Nusantara dipadu dengan kepedulian kepada mbok-mbok pengrajin.

2. Dalam rangka SURVIVAL di tengah demand yang belum pulih, Sabuya harus proaktif mendekati korporasi-korporasi (melalui CSR) untuk mendapatkan akses pasar dan mengusulkan aktivasi empathic branding sesuai brand story.

3. Sabuya harus mulai menembus pasar global dengan memanfaatkan platform e-marketplace global untuk membangun jejaring dan mendapatkan buyers global. Brand story & empathic branding menjadi senjata ampuh untuk membangun connection, loyalty, advocacy ke konsumen global.

Teman-teman UKM yang mau ikutan coaching berikutnya FREE!

You may also like

Leave a Comment